Friday, August 7, 2020
Thursday, August 6, 2020
Solusi dari Kegagalan struktur bangunan menggunakan assessment bangunan
Gedung
merupakan sebuah bangunan yang sudah tidak asing bagi masyarakat tidak hanya
gedung besar namun kecil mudah di temukan pada daerah ibukota, bangunan
tersebut biasanya digunakan sebagai tempat perkantoran maupn tempat berbelanja,
maka dari itu bangunan seperti gedung merupakan suatu kebutuhan yang menjadi
penting dalam era modern, namun setiap bangunan pastinya memiliki maksimal usia
dalam pengunaan bangunan tersebut sebab apabila bangunan masih digunakan ketika
sudah melibihi batas waktu yang telah di tentukan, gedung ataupun bangunan lain
nya dapat mengalami kegagalan struktur
dan dapat membahayakan pengguna bangunan.
Kegagalanstruktur bangunan telah di atur pada UU no 18. Thn 1999 dan pp 29thn 2000 yang
masih berlaku hingga sekarang, yaitu mengenai kegagalan pada struktur bangunan
yang terjadi berisikan, kegagalan bangunan secara umum merupakan kondisi dari
suatu bangunan yang tidak berfungsi secara baik sehingga dapat mengancam
keselamatan bagi pengguna bangunan atau gedung, oleh karena itu bangunan harus
dilakukan perawatan secara rutin agar terhindari dari kondisi tersebut,
beberapa faktor yang sering terjadi ataupun rusak pada bangunan meliputi:
Kerusakan pada bagian bawah/bangunan bawah
Kerusakan pada
bagian bawah sendiri merupakan kerusakan yang cukup harus diperhatikan sebab
bagian bawah merupakan rangka yang penting agar dapat menyalurkan beban berat
yang di terima bangunan agar dapat tersalurkan ke bagian bawah bangunan secara
baik, sehingga dapat terhindari dari penurunan pondasi bangunan, beberapa
pondasi pada sebuah bangunan biasanya dibagi sesuai dengan jenis dari pondasi
bangunan:
- Pondasi langsung, merupakan sebuah pondasi yang mengalami kerusakan secara fisik langsung, kerusakan tersebut dapat timbul apabila struktur tersebut mengalami:
- Amblas
- Miring
- Puntir
2. Pondasi sumuran,
Apabila pondasi sumuran rusak secara fisik , kerusakan pondasi tidak dapat
dihindari.
3. Pondasi tiang
pancang beton/baja, kegagalan pondasitiang pancang pada sebuah bangunan dapat
menimbulkan beberapa masalah serius yang harus segera ditangani, sehingga dapat
mengalami gangguan berupa:
- Amblas
- Patah
Kerusakan pada bagian Atas/ kerusakan atas
Kerusakan atas
merupakan sebuah kerusakan yang mudah dilihat, beberapa kerusakan diantaranya:
- Retakan structural, merupakan sebuah kerusakan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam menggunakan sebuah infrastruktur, namun apabila dibiarkan kerusakan / retakan tersebut dapat melebar dan dapat mengancam keselamatan dari pengguna infrastruktur tersebut.
- Lendutan, lendutan yang berlebihan tentunya akan berdampak pada sebuah infrastruktur
- Getaran/goyangan, getaran pada infrastruktur pada sebuah infrastruktur mungkin tidak mempengaruhi apapun, namun apabila getaran yang di terima atau terjadi pada bangunan tersebut dapat menggangu kestabilan pada sebuah bangunan sehingga, pada setiap bangunan memiliki batasan dalam menahan getaran yang terjadi.
- Kerusakan lantai, kerusakan pada lantai merupakan sebuah kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh banyak faktor, dampak dari kerusakan ini biasanya menggangu kenyamanan dalam penggunaan bangunan
- Tumpuan, berat tumpuan yang di terima pada bangunan tentunya tidak dapat diberikan beban secara berlebihan, apabila beban tersebut diberikan secara berlebihan ataupun dilakukan pemberian beban pada 1 titik tertentu, dapat memunculkan kegagalan struktur.
Friday, July 17, 2020
Assessment bangunan
- Geometris
- Lendutan yang terdapat pada lantai
- Tulangan beton
- Keretakan struktur bangunan/nilai mutu beton
- Ketebalan bajaKualitas material
- Ultrasonic Pulse Velocity Test
- Rebar Scan
- Hammer Test
- Coring beton/CoreDrill
Thursday, July 9, 2020
Ini dia apa itu yang dimaksud assessment bangunan
Friday, June 26, 2020
Penggunaan Ultrasonic Pulse Velocity Test
- Direct Transmission
- Semi-direct Transmission
- Indirect/Surface Transmission
- Persiapan Lokasi uji
- Persiapan Perangkat Pengujian
- Mulai Pengujian terhadap beton
- Analisa hasil pengujian/evaluasi data pengujian
Wednesday, June 24, 2020
UPVT Ultrasonic Pulse Velocity Test
UPVT/ ultrasonic pulse velocity test yakni sesuatu pengujian yang sering dicoba kepada banguna yang hadapi kerusakana atupun pengujian yang dicoba buat mengukur dayakuat suatu struktur bagunan, Ultrasonic pulse velocity test yakni sesuatu pengujian yang bersifat NDT( Non Destructive test) pengujian ini lebih sering digunakan buat mengidentifikasi kualitas dan mutu pada beton bangunan dengan mengenakan gelombang ultrasonic yang merambat melalui beton yang dicoba pengujian tersebut.
Namun bagaimanakah proses dalam melaksanakan pengujian ultrasonic pulse velocity test tersebut?
Pengujian ultrasonic pulse velocity test bekerja bersumber pada waktu tempuh pada rambat gelombang serta masuk kedalam struktur beton yang di uji, gelombang ultrasonic tersebut dihubungkan melalui transducer peralatan UPVT yang hendak diletakan pada permukaan beton yang di uji, sehabis itu pengujian enggunakan rambat gelombang hendak dimulai dan pengujian dari peralatan UPVT hendak secara otomatis melakukan pengukuran dari gelombang ultrasonic tersebut.
Buat dapat melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test, diperlukan nya standart uji yang telah di tetapkan yakni BS 1881: Part 203: 1986 dan ASTM C597–97. Standart tersebut menarangkan transducer penerima hendak mengenali datangnya komponen pulse yang telah lebih dini, dalam pengujian pulse velocity test dapat dicoba dengan sebagian tata metode pengujian, yakni:
· Direct transmission
· Semi- direct transmission
· Indirect/ surface transmission
Dikala saat sebelum melakukan tata metode pengujian tersebut diperlukanya peralatan” yang dapat mendukung dalam pengujian nya, antara lain:
· UPV Pundit Lab+ Jenis Digital
· Gurinda
· Media kalibrasi
· Ultrasonic gel/ Grease
· Meteran
· Sikat Kawat
Dalam pengujian ultrasonic pulse velocity test, harus melalui tahapan- tahapan dikala saat sebelum dicoba nya pengujian nya yakni:
Dicoba nya persiapan pada posisi pengujian
Tahap persiapan yakni langkah dini dikala saat sebelum dicoba nya pengujian, persiapan tersebut bertujuan buat membenarkan posisi uji dan meratakan permukaan yang di uji.
Persiapan peralatan uji/ alat- perlengkapan pengujian
Dalam tahap persiapan peralatan pengujian, dicoba nya pemilihan peralatan yang sesuai dengan posisi pengujian, setelah itu melakukan pengecekan sensor pada peralatan uji, apabila sensor tersebut memiliki hambatan dicoba nya kalibrasi pada peralatan dikala saat sebelum dicoba pengujian.
Tahap pengujian
Tahapan ini yakni tahapan dicoba nya pengujian terhadap struktur bangunan, tahapan dikala saat sebelum nya jadi bagian kunci pula disaat melakukan pengujian biar mendapatkan hasil data pengujian yang benar/ sesuai dengan struktur bangunan.
Dalam melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test tersebut diperlukan nya seorang yang profesional dalam melakukan pengujian, PT Testindo bagaikan industri profesional dalam bidang testing& Measurement membukan jasa ultrasonic pulse velocity test yang hendak dikerjakan oleh tenaga ahli dan profesional dalam bidang pengujian, buat dapat melakukan pemesana jasa UPVT( Ultrasonic pulse velocity test) dapat menghubungi PT Testindo pada nomor( 021) 29563045, Whatsapp: Zulfikri 0813–9929–1909 maupun Faoji 0821–1460–7782 dan bisa pula melalui Email: sales@testindo. com








