Friday, August 7, 2020

Pengujian struktur bangunan menggunakan Hammer Test


Pada dunia konstruksi atau pembangunan sulit terhindari dari kegagalan struktur, mulai dari perencanaan suatu bangunan maupun pelaksanaan pembangunan, pastinya terdapat sebuah kerusakan-kerusakan kecil yang terjadi dan dibiarkan, kerusakan tersebut tentunya diakibatkan beberapa faktor diantaranya merupakan kesalahan dalam pemilihan bahan material ataupun kesalahan dalam pembuatan beton, namun kerusakan tidak hanya timbul pada tahap tersebut kerusakan struktur bangunan juga dapat terjadi pada saat bangunan telah didirikan sehingga apabila terjadi kegagalan struktur bangunan, keruntuhan pada bangunan dapat menyebabkan korban, untuk itu diperlukan nya perawatan serta pengawasan pada struktur bangunan agar dapat mempertahankan usia bangunan hingga sesuai dengan perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan, salah satu perawatan yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi struktur bangunan menggunakan pengujian Hammer Test.
Hammer test sendiri merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada sebuah beton bangunan ,dalam melakukan pengujian nya metode ini dilakukan dengan cara memberikan pembebanan / impact terhadap permukaan beton dengan menggunakan massa yang diaktifkan dengan menggunakan energi tertentu, pengujian dengan menggunakan alat hammer test dapat mengetahui keseragaman material beton pada struktur, alat hammer test peka terhadap variasi pada permukaan beton, hingga keberadaan partikel batu kecil pada permukaan, maka dari itu diperlukan nya beberapa kali pengujian terhadap lokasi yang di uji, umumnya alat hammer test digunakan untuk:
Melakukan pemeriksaan terhadap keselarasan antar beton pada struktur.
Mendapatkan data mengenai perkiraan kuat tekan pada sebuah beton.
Keunggulan dari Hammer Test
Pengukuran dapat dilakukan dengan cepat
Pengujian lebih praktis 
Kekurangan
Sulit dalam melakukan kalibrasi 
Hasil pengujian dipengaruhi dipengaruhi permukaan yang rata dan bersih

Thursday, August 6, 2020

Solusi dari Kegagalan struktur bangunan menggunakan assessment bangunan


Gedung merupakan sebuah bangunan yang sudah tidak asing bagi masyarakat tidak hanya gedung besar namun kecil mudah di temukan pada daerah ibukota, bangunan tersebut biasanya digunakan sebagai tempat perkantoran maupn tempat berbelanja, maka dari itu bangunan seperti gedung merupakan suatu kebutuhan yang menjadi penting dalam era modern, namun setiap bangunan pastinya memiliki maksimal usia dalam pengunaan bangunan tersebut sebab apabila bangunan masih digunakan ketika sudah melibihi batas waktu yang telah di tentukan, gedung ataupun bangunan lain nya dapat mengalami  kegagalan struktur dan dapat membahayakan pengguna bangunan.

Kegagalanstruktur bangunan telah di atur pada UU no 18. Thn 1999 dan pp 29thn 2000 yang masih berlaku hingga sekarang, yaitu mengenai kegagalan pada struktur bangunan yang terjadi berisikan, kegagalan bangunan secara umum merupakan kondisi dari suatu bangunan yang tidak berfungsi secara baik sehingga dapat mengancam keselamatan bagi pengguna bangunan atau gedung, oleh karena itu bangunan harus dilakukan perawatan secara rutin agar terhindari dari kondisi tersebut, beberapa faktor yang sering terjadi ataupun rusak pada bangunan meliputi:

Kerusakan pada bagian bawah/bangunan bawah

Kerusakan pada bagian bawah sendiri merupakan kerusakan yang cukup harus diperhatikan sebab bagian bawah merupakan rangka yang penting agar dapat menyalurkan beban berat yang di terima bangunan agar dapat tersalurkan ke bagian bawah bangunan secara baik, sehingga dapat terhindari dari penurunan pondasi bangunan, beberapa pondasi pada sebuah bangunan biasanya dibagi sesuai dengan jenis dari pondasi bangunan:

  1. Pondasi langsung, merupakan sebuah pondasi yang mengalami kerusakan secara fisik langsung, kerusakan tersebut dapat timbul apabila struktur tersebut mengalami:

  • Amblas
  • Miring
  • Puntir

2. Pondasi sumuran, Apabila pondasi sumuran rusak secara fisik , kerusakan pondasi tidak dapat dihindari.

3. Pondasi tiang pancang beton/baja, kegagalan pondasitiang pancang pada sebuah bangunan dapat menimbulkan beberapa masalah serius yang harus segera ditangani, sehingga dapat mengalami gangguan berupa:

  • Amblas
  • Patah

Kerusakan pada bagian  Atas/ kerusakan atas

Kerusakan atas merupakan sebuah kerusakan yang mudah dilihat, beberapa kerusakan diantaranya:

  1. Retakan structural, merupakan sebuah kerusakan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam menggunakan sebuah infrastruktur, namun apabila dibiarkan kerusakan / retakan tersebut dapat melebar dan dapat mengancam keselamatan dari pengguna infrastruktur tersebut.
  2. Lendutan, lendutan yang berlebihan tentunya akan berdampak pada sebuah infrastruktur
  3. Getaran/goyangan, getaran pada infrastruktur pada sebuah infrastruktur mungkin tidak mempengaruhi apapun, namun apabila getaran yang di terima atau terjadi pada bangunan tersebut dapat menggangu kestabilan pada sebuah bangunan sehingga, pada setiap bangunan memiliki batasan dalam menahan getaran yang terjadi.
  4. Kerusakan lantai, kerusakan pada lantai merupakan sebuah kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh banyak faktor, dampak dari kerusakan ini biasanya menggangu kenyamanan dalam penggunaan bangunan
  5. Tumpuan, berat tumpuan yang di terima pada bangunan tentunya tidak dapat diberikan beban secara berlebihan, apabila beban tersebut diberikan secara berlebihan ataupun dilakukan pemberian beban pada 1 titik tertentu, dapat memunculkan kegagalan struktur.
Kegagalan pada struktur bangunan tentunya berbahaya apabila terjadi untuk itu diperlukan nya sebuah perawatan yang dilakukan pada infrastruktur, PT Testindo sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang testing & measurment telah berpengalaman dalam melakukan pengujian terhadap struktur bangunan sehingga dapat melakukan analisa sebelum terjadinya kegagalan struktur,  untuk pemesanan jasa Assessment bangunan dapat menghubungi PT Testindo pada nomor: 


Friday, July 17, 2020

Assessment bangunan



audit struktur bangunan atau assessment bangunan dikenal sebagai proses analisa terhadap struktur bangunan, tentunya analisa tersebut berhubungan dengan kerusakan dan kualitas dari material yang digunakan pada bangunan, assessment bangunan ini biasanya dilakukan ketika bangunan telah teridikasi mengalami gangguan,kerusakan,penurunan pondasi dan usia bangunan telah mencapai 5tahun, sehingga dari salah satu atau semua indikasi tersebut dapat membahayakan pengguna bangunan maupun sekitar bangunan setelah dilakukan assessment bangunan perbaikan pun dapat dijalankan.
Kerusakan pada bangunan memiliki banyak jenis nya, namun kerusakan yang sering dan biasanya terjadi yaitu munculnya crack pada bangunan, crack atau retakan memang sering muncul pada bangunan banyak faktor yang menyebabkan munculnya kerusakan tersebut, selain itu gempa bumi dan pembebanan yang berat juga dapat mempengaruhi kondisi dari bangunan, maka dari itu pengujian terhadap bangunan seperti assessment bangunan dibutuhkan untuk dapat mengetahui kondisi dari bangunan dilakukan perbaikan kah atau tidak.

Dalam melakukan audit strukturbangunan atau assessment bangunan sendiri tidak dapat dilakukan secara asal tampa adanya seorang profesional dalam bidang nya, sebab nantinya hasil dari pengujian tersebut akan digunakan untuk menjalakan perbaikan yang apabila nantinya data dari pengujian terdapat kesalahan, hasil dari perbaikan tersebut akan terbilang sia-sia, pengujian assessment bangunan meliputi beberapa pemeriksaan diantaranya:
  • Geometris 
  • Lendutan yang terdapat pada lantai
  • Tulangan beton
  • Keretakan struktur bangunan/nilai mutu beton
  • Ketebalan bajaKualitas material

Beberapa pengujian tadi merupakan sebuah pengujian yang biasanya dilakukan pada saat melakukan pengujian bangunan / assessment bangunan, pengujian-pengujian tersebut tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus memiliki keahlian dalam bidang audit struktur bangunan, dan membutuhkan alat-alat khusus dengan metode-metode pengujian :
  • Ultrasonic Pulse Velocity Test

UltrasonicPulse Velocity Test merupakan salah satu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui nilai mutu pada sebuah beton bangunan, pengujian tersebut memerlukan sebuah alat khusus yang dapat melakukan pengukuran menggunakan gelombang ultrasonic.
  • Rebar Scan

Pengujian rebar scan merupakan pengujian yang bersifat NDT yang menggunakan alat khusus agar mendapatkan data mengenai diameter dari tulangan beton pondasi
  • Hammer Test

Pengujian ini merupakan sebuah pengujian yang dilakukan dengan melakukan pemukulan terhadap pondasi bangunan agar mengetahui daya kuat pada bangunan
  • Coring beton/CoreDrill

Coring beton atau biasanya disebut dengan coredrill merupakan pengujian yang bersifat destructive test, pengujian ini menggunakan cara mengambil sample pada pondasi bangunan untuk nantinya diuji laboratorium.

Tentunya setiap pengujian yang dilakukan terhadap struktur bangunan untuk bertujuan pengumpulan data sebelum dilakukan nya perbaikan, untuk itu assessment bangunan sangat dibutuhkan untuk kualitas perbaikan yang maksimal, selain itu assessment bangunan juga bermanfaat untuk mengetahui penyebab-penyebab yang merusak struktur bangunan agar dapat dicegah kerusakan muncul kembali, lalu penghematan biaya dalam perbaikan bangunan, sebab apabila dilakukan perbaikan secara asal tampa dilakukan pengujian perbaikan bangunan akan dilakukan secara keseluruhan hingga menyebabkan biaya perbaikan mahal, Sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam audit struktur bangunan PT Testindo memnyediakan jasa assessment bangunan atau audit struktur bangunan yang akan dikerjakan oleh seorang yang profesional sehingga hasil dari pengujian dapat terpercaya dan menjadi data valid untuk dilakukan perbaikan nantinya, untuk pemesanan jasa dan konsultasi mengenai bangunan dapat menghubungi PT Testindo pada nomor 021 29563045, WA : 081399291909 (Fikri) dan email : sales@testindo.com

Thursday, July 9, 2020

Ini dia apa itu yang dimaksud assessment bangunan

Masyarakat tampaknya sudah tidak asing dengan infrastruktur semacam gedung, jembatan, bendungan dll, namun apakah masyarakat mengidentifikasi dan memahami tata cara melakukan pemeliharaan bangunan tersebut, dalam perkembangan disaat ini pemeliharaan suatu bangunan telah mengenakan tata cara modern yang sering digunakan dalam tahapan perbaikan, tata cara modern tersebut dengan melakukan suatu pengujian pada struktur bangunan, pengujian yang dicoba tersebut yakni tahap dini dalam proses perbaikan, proses pengujian diucap dengan assessment bangunan/ audit struktur bangunan, pengujian dicoba biar kehancuran pada bangunan dapat dianalisa dan diketahui faktor dari kehancuran bangunan tesebut tidak cuma itu jenis- tipe kehancuran lain semacam terjadinya retakan pula ikut dalam analisa assessmet bangunan, nyatanya pengujian ini sangat bermanfaat dicoba dikala saat sebelum dicoba perbaikan secara keseluruhan.

Dalam pengujian assessment bangunan/ audit struktur bangunan dicoba pada posisi/ bagian yang terjalin kehancuran setelah itu dicoba analisa mengenakan alat- perlengkapan istimewa pengujian yang digunakan buat mengumpulkan data dari kehancuran maupun hambatan pada bangunan, jenis kehancuran yang dicoba analisa meliputi penyusutan pondasi, retakan permukaan dan dalam, dan kerapuhan pada bangunan,

Hasil dari pengujian assessment bangunan nyatanya bermanfaat dan berguna buat perbaikan bangunan nantinya, namun pengujian audit struktur bangunan/ assessment bangunan tidak dapat dicoba denga nasal, diperlukan nya seorang yang ahli dalam bidang pengujian struktur bangunan maupun audit struktur bangunan biar mendapatkan data sesuai dengan kondisi bangunan yang ada, manfaat dari assessment bangunan sendiri yakni:
> Identifikasi
menganalisa faktor dari kehancuran suatu bangunan, biasanya kehancuran terjalin akibat zona dekat dan material pondasi bangunan, buat mengidentifikasi lebil jelas dapat dilihat pada artikel Faktor kehancuran bangunan, hasil analisa kerusakan- kehancuran tersebut hendak dilihat dan diberikan pemecahan penangkalan sehabis dicoba analisa.
> Pengurangan biaya
Dalam kasus kehancuran biasanya dicoba perbaikan secara keseluruhan dan tidak diketahui secara jelas dan detail perbaikan yang dicoba, namun apabila memiliki data hasil dari assessment bangunan perbaikan hendak dicoba sesuai dengan hasil data kehancuran, hingga bayaran perbaikan tidak besar.

Friday, June 26, 2020

Penggunaan Ultrasonic Pulse Velocity Test



Pada negara berkembang sector pembangunan merupakan bagian dari salah satu sector perkembangan yang sangat mempengaruhi perkembangan suatu negara, sector pembangunan meliputi sector pembangunan seperti gedung, jembatan serta infrasutruktur lain nya, pada infrastruktur pastinya memiliki sebuah material yang menjadi material pondasi atau penahan dari infrastruktur, material ataupun pondasi tersebut merupakan beton bangunan, beton merupakan sebuah material yang sering dipakai untuk dijadikan pondasi bangunan karena sifat dari beton sangat mendukung beton menjadi pondasi bangunan.
Beton merupakan bagian yang cocok sebagai pondais bangunan, daya kuat beton tersebut diperoleh dari bahan material penciptaan beton yang baik, material dari beton bangunan meliputi semen, air, agregat halus dan kasar yang di campur lalu di dikeraskan, namun apabila material dari beton tersebut buruk beton akan mudah mengalami keretakan pada saat bangunan jadi.
Kerusakan atau keretakan yang terjadi pada suatu bangunan pastinya tidak dapat dihindari, usia beton yang sudah cukup lama ataupun pengaruh dari lingkungan sekitar dapat menjadikan beton mengalami kerusakan, kerusakan pada pondasi bangunan pastinya dapat berdampak pada bagian struktur bangunan lain nya, untuk dapat mengetahui kerusakan ataupun nilai mutu pada beton bangunan biasanya dilakukan pengujian yang dapat mendeteksi kerusakan serta nilai mutu pada bangunan, pengujian tersebut adalah ultrasonic pulse velocity test atau dapat disebut dengan UPVT, dalam melakukan pengujian nya terdapat beberapa metode dalam pengambilan data tersebut:
  • Direct Transmission

Merupakan sebuah metode pengambilan data atau hasil pengukuran yang akurat, namun masih memiliki keterbatasan untuk dapat melakukan pengambilan data pengukuran.
  • Semi-direct Transmission

Dalam metode ini pengambilan data atau hasil dari pengukuran memiliki tingkat data yang akurat. 
  • Indirect/Surface Transmission

Metode ini merupakan salah satu dari metode pengukuran yang memerlukan reduksi agar mendapatkan hasil yang sempurna.

Metode-metode di atas merupakan metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui nilai mutu pada beton pondasi bangunan, namun tentunya sebelum dilakukan nya pengambilan data tersebut diperlukan nya persiapan yang yang dilakukan agar hasil yang diperloleh benar-benar sesuai dengan kondisi beton yang sedang diuji, tahap-tahap dalam pengujian yaitu:
  • Persiapan Lokasi uji
  • Persiapan Perangkat Pengujian
  • Mulai Pengujian terhadap beton
  •  Analisa hasil pengujian/evaluasi data pengujian

PT Testindo perusahaan testing & Measurement berpengalaman dalam bidang pengujian terhadap struktur bangunan ataupun menjalankan pengujian ultrasonic pulse velocity test pada beton bangunan,untuk dapat melakukan pemesanan ultrasonic pulse velocity test dapat menghubungi PT Testindo pada nomor: 0813-9929-1909 atau 0821-1460-7782 dan Email: sales@testindo.com

Wednesday, June 24, 2020

UPVT Ultrasonic Pulse Velocity Test


UPVT/ ultrasonic pulse velocity test yakni sesuatu pengujian yang sering dicoba kepada banguna yang hadapi kerusakana atupun pengujian yang dicoba buat mengukur dayakuat suatu struktur bagunan, Ultrasonic pulse velocity test yakni sesuatu pengujian yang bersifat NDT( Non Destructive test) pengujian ini lebih sering digunakan buat mengidentifikasi kualitas dan mutu pada beton bangunan dengan mengenakan gelombang ultrasonic yang merambat melalui beton yang dicoba pengujian tersebut.

Namun bagaimanakah proses dalam melaksanakan pengujian ultrasonic pulse velocity test tersebut?

Pengujian ultrasonic pulse velocity test bekerja bersumber pada waktu tempuh pada rambat gelombang serta masuk kedalam struktur beton yang di uji, gelombang ultrasonic tersebut dihubungkan melalui transducer peralatan UPVT yang hendak diletakan pada permukaan beton yang di uji, sehabis itu pengujian enggunakan rambat gelombang hendak dimulai dan pengujian dari peralatan UPVT hendak secara otomatis melakukan pengukuran dari gelombang ultrasonic tersebut.

Buat dapat melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test, diperlukan nya standart uji yang telah di tetapkan yakni BS 1881: Part 203: 1986 dan ASTM C597–97. Standart tersebut menarangkan transducer penerima hendak mengenali datangnya komponen pulse yang telah lebih dini, dalam pengujian pulse velocity test dapat dicoba dengan sebagian tata metode pengujian, yakni:

· Direct transmission

· Semi- direct transmission

· Indirect/ surface transmission

Dikala saat sebelum melakukan tata metode pengujian tersebut diperlukanya peralatan” yang dapat mendukung dalam pengujian nya, antara lain:

· UPV Pundit Lab+ Jenis Digital

· Gurinda

· Media kalibrasi

· Ultrasonic gel/ Grease

· Meteran

· Sikat Kawat

Dalam pengujian ultrasonic pulse velocity test, harus melalui tahapan- tahapan dikala saat sebelum dicoba nya pengujian nya yakni:

Dicoba nya persiapan pada posisi pengujian

Tahap persiapan yakni langkah dini dikala saat sebelum dicoba nya pengujian, persiapan tersebut bertujuan buat membenarkan posisi uji dan meratakan permukaan yang di uji.

Persiapan peralatan uji/ alat- perlengkapan pengujian

Dalam tahap persiapan peralatan pengujian, dicoba nya pemilihan peralatan yang sesuai dengan posisi pengujian, setelah itu melakukan pengecekan sensor pada peralatan uji, apabila sensor tersebut memiliki hambatan dicoba nya kalibrasi pada peralatan dikala saat sebelum dicoba pengujian.

Tahap pengujian

Tahapan ini yakni tahapan dicoba nya pengujian terhadap struktur bangunan, tahapan dikala saat sebelum nya jadi bagian kunci pula disaat melakukan pengujian biar mendapatkan hasil data pengujian yang benar/ sesuai dengan struktur bangunan.

Dalam melakukan pengujian ultrasonic pulse velocity test tersebut diperlukan nya seorang yang profesional dalam melakukan pengujian, PT Testindo bagaikan industri profesional dalam bidang testing& Measurement membukan jasa ultrasonic pulse velocity test yang hendak dikerjakan oleh tenaga ahli dan profesional dalam bidang pengujian, buat dapat melakukan pemesana jasa UPVT( Ultrasonic pulse velocity test) dapat menghubungi PT Testindo pada nomor( 021) 29563045, Whatsapp: Zulfikri 0813–9929–1909 maupun Faoji 0821–1460–7782 dan bisa pula melalui Email: sales@testindo. com

Thursday, April 2, 2020

Metode-metode Dewatering

Kegiatan konstrusi pastinya erat kaitan nya dengan tanah maupun ilmu geoteknik, dalam konstruksi sangat penting mengetahui kondisi dari tanah, sebab apabila kondisi dari tanah tidak kondusif atau tidak mendukung akan menghambat pembangunan dari sebuah bangunan, salah satu kondisi tersebut yang dapat menganggu pembangunan adalah rembes nya air tanah ke permukaan pada area penggalian konstruksi, hingga menghambat penggalian dan memungkinkan terjadinya erosi, penggalian dari area konstruksi biasanya di lakukan untuk membangun sebuah basement yang cukup dalam dan biasanya di manfaatkan sebagai tempat dari parkiran kendaraan dan pusat kendali listrik, akan tetapi penggalian/pembuatan tersebut dapat terhadang dengan rembesan air tanah yang menggenangi area penggalian, untuk mengeluarkan air tanah dari lokasi tersebut biasanya dibutuhkan jasa Dewatering.

Dewatering merupakan bagian dari proses pembangunan untuk mengeluarkan air tanah, dewatering adalah sebuah proses dari melakukan pengontrolan air tanah, yang di kendalikan dalam dewatering merupakan volume air tanah pada lokasi area pembangunan, proses dewatering juga merupakan bagian yang harus di perhatikan agar tidak menimbulkan kerugian pada wilayah sekitar pembangunan, berikut bagian-bagian yang perlu di perhatikan:

-)  Melakukan pemantauan pada debit air yang akan di pompa keluar lokasi konstruksi
-) lokasi pada pembuangan air tanah, pembuangan tersebut harus di perhatikan dari dampak pembuangan air tanah, dan tidak menyebabkan banjir pada area sekitar lokasi pembangunan.
-) melakukan analisa terhadap air tanah dari dampak dari proses dewatering yang di lakukan

Dalam Dewatering terdapat beberapa metode yang di gunakan untuk melakukan pemompaan air pada lokasi konstruksi:

Metode Cut off
Cut off yaitu sebuah metode dengan pemotongan pada aliran air dalam tanah, dengan cara membuat dinding sebagai pembatas area konstruksi, agar air tidak merembes masuk kedalam wilayah konstruksi, apabila di lihat dari aliran air tanah , metode cut off merupakan metode yang cukup baik, karena metode tersebut tidak akan menimbulkan penurunan muka air tanah, akan tetapi untuk melakukan metode cut off membutuhkan biaya yang cukup mahal, karena untuk melakukan metode cut off  diperlukan nya alat-alat berat  untuk membuat dinding pembatas tersebut, selain itu dalam proses cut off juga akan menimbulkan gangguan pada lingkungan sekitar karena penggunaan alat berat sering kali menimbulkan kebisingan, yang lebih cocok digunakan pada kawasan yang jauh dari lingkungan warga.

Metode Pumping
Sebuah metode yang biasanya digunakan pada tanah dengan ciri padat,bergradasi baik, dan memiliki sumur ataupun selokan yang digunakan untuk pembuangan dari pemompaan air, agar tidak menggangu lingkungan di sekitar lokasi, dalam metode pumping waktu yang di butuhkan tidak lama dan tidak di lakukan nya pengboran.

Predrainage
Merupakan metode  melakukan penurunan muka air, sebelum dilakukannya  penggalian, metode tersebut sesuai digunakan apabila karakter tanah dari lokasi itu tanah lepas dan cadas lunak. Predrainage dipakai  pada lokasi yang memiliki saluran pembuangan air, proses predrainage harus di lakukan pengeboran dan menyita banyak waktu.